Kita akan berbicara mengenai pemanfaatan teknologi terhadap penginjilan, secara khususnya teknologi internet. Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi semakin hari terus meningkat begitu pesat sehingga membuat orang, mau tidak mau harus mengikuti perkembangan tersebut jika tidak ingin ketinggalan.
Seperti halnya perkembangan internet yang saat ini seakan menjadi hal wajib yang harus dimiliki oleh manusia modern. Saat ini, ada kira-kira 1,7 juta pengguna internet yang aktif, dan kemungkinan jumlah ini akan terus bertambah banyak setiap harinya.
Artinya, seluruh dunia yang terus berkembang saat ini akan segera terhubung secara online ketika masyarakat memiliki telepon genggam (smartphone) yang dilengkapi dengan begitu banyak fitur-fitur canggih, salah satunya dalam pertukaran informasi.
Pengalaman saya selama pelayanan 2 tahun dibeberapa pulau di kepulauan Riau semakin membuat saya yakin penginjilan menggunakan kecanggihan teknologi internet adalah cara yang strategis.
Kebanyakan penduduk yang tinggal di pulau adalah generasi anak-anak dan orang tua, sedangkan usia remaja-pemuda lebih suka merantau ke kota dengan alasan ingin lebih maju.
Hal ini bukan tanpa alasan, dibeberapa pulau yang saya datangi belum ada listrik, kehidupan masih sangat tertinggal dan jauh dari kata layak, bahkan sekalipun memiliki Hp yang canggih, tidak bisa digunakan dengan maksimal karena keterbatasan sinyal.
Dan semakin hari jumlah penduduk yang meninggalkan pulau semakin banyak, selamaenambulanterakhir di pulau yang sayadatangi, terdapatkira-kira 10 keluarga yang menjual rumahnya dan pindah keperkotaan. Apabila penduduk di pulau pindah keperkotaan, maka akan lebih efektif menjangkau mereka dengan memanfaatkan kecanggihan internet karena kesibukan yang mereka miliki akan sulit untuk menemui mereka.
Internet dapat membawa informasi strategis yang sangat besar, bahkan kepada gereja-gereja maupun lembaga misi yang terkecil sekalipun. Injil dapat diberitakan melalui situs-situs, chat room, media social (facebook, BBM, Instagram, WA, dll), Youtube, telepon genggam, serta perangkat online lainnya yang tak terhitung jumlahnya.
Para pemberita injil menggunakan internet sebagai mekanisme pengambilan keputusan dan mekanisme “follow up”. Hal ini sangat efektif dan menguntungkan bagi para misionaris internet karena biaya yang sangat murah, terlebih lagi tidak memerlukan visa untuk melakukan pelayanan mereka.
Selain itu beberapa teman-teman hamba Tuhan sudah melakukannya dengan menggunakan media social facebook dan WA. Hasilnya sangat positif dengan tingkat resiko yang rendah.
Berdasarkan pengalaman saya, ketika memberitakan injil dengan bertatap muka sudah mulai sulit karena pergerakan kami di salah satu kota di Kepulauan Riau diawasi, maka jalan keluarnya adalah menggunakan media social. Kita tidak perlu bertatap muka secara langsung, selain itu tidak ada orang yang membuntuti dan meneror kita karena pergerakan yang dilakukan adalah di dunia internet, ini berdasarkan pengalaman pribadi.
Mari kita bekerja segiat-giatnya demi tersebarnya Injil, memang harus banyak yang kita kejar, sebagaimana Firman Tuhan katakan :
Yesaya 28:10 ( Sebab harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini, tambah itu !” )
Sebagai pelayan Tuhan, kita harus jemput bola. Lebih banyak belajar agar dapat melayani sesuai perkembangan zaman namun tidak menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan. Jangan sampai kita tertutup dengan kemajuan yang ada, tetapi mau membuka diri demi kepentingan kemajuan pelayanan dan memenangkan jiwa sebanyak-banyaknya.
Lukas 8:1-11 ( Menabur sebanyak mungkin di tanah yang ada )
Perumpamaan seorang penabur dalam bagian ini tidak membatasi diri dengan jenis-jenis tanah tertentu, sebaliknya benih yang ada ditabur secara menyebar kemana pun termasuk tanah yang berbatu, yang bersemak duri, yang tandus, atau pun jenis-jenis tanah lainnya. Meskipun hal ini tidak wajar, terkadang benih ini bisa bertumbuh menjadi sesuatu yang indah dan tidak terduga.
Demikian halnya kita sebagai orang percaya, diharapkan mampu melakukan hal ini. Tidak boleh pilih kepada siapa kita mengabarkan injil, tetapi berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengabarkan injil kepada semua orang tanpa terkecuali.
Roma 10:14-15 ( Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik ! )
Tokoh-tokoh yang tertulis dalam alkitab memberitakan injil dengan satu cara yaitu dengan membawanya secara fisik, berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya. Tetapi seiring berjalannya waktu, perkembangan zaman membuka lebih banyak lagi jalur untuk mengabarkan injil.
Jikalau di zaman alkitab, Rasul Paulus menaiki kapal berhari-hari dengan kelaparan dan kedinginan untuk memberitakan kabar baik, saat ini para missionaries bisa menggunakan pesawat terbang dengan jarak tempuh beberapa jam saja, bahkan untuk masuk ke pedalaman bisa menggunakan helicopter, barulah mulai bertahan hidup di dalam hutan bersama penduduk setempat dan makan minum bersama dengan mereka.
Selain itu, dengan memanfaatkan internet, injil bisa di sebarluaskan secara cepat bahkan sampai keseluruh negeri sekalipun.
Matius 28:16-20 ( Amanat Agung, Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku )
Tuhan Yesus sendiri telah memberi tugas ini kepada kita untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya dan menjadi saksi sampai ke ujung bumi. Kalau melihat dunia sekarang ini, banyak sekali orang menghabiskan waktunya dengan laptop, tablet, smartphone dan beberapa peralatan elektronik lainnya.
Dan untuk menjangkau mereka yang memiliki kebiasaan menghabiskan waktu dengan sangat tepat bagi kita memanfaatkan teknologi internet untuk bertemu dengan mereka di sana. Tuhan Yesus memanggil kita untuk mengabarkan berita injil kepada orang-orang dimana pun mereka berada, dan menggunakan teknologi modern saat ini akan sangat membantu kita.
I Korintus 12:21 ( “ Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau”)
Setiap kita memiliki karunia yang berbeda-beda, bahkan saudara kembar sekalipun juga memiliki kemampuan serta bakat yang berbeda juga. Disini kita bisa melihat bahwa Allah kita memang kreatif. Setiap orang memiliki kelebihan yang tidak sama dengan yang lainnya, ada sebagai pengajar, menggembalakan, bahkan kemampuan yang lain termasuk dalam bidang teknologi.
Oleh sebab itu perlu yang namanya “one heart, one mind”, supaya bisa bekerja bersama-sama untuk kemuliaan Tuhan. Allah kita memberikan kelebihan yang berbeda-beda setiap orangnya dengan maksud dan tujuan tertentu.
Dunia terus berkembang semakin maju, dan manusia yang ada di dalamnya juga pasti akan terkena dampaknya atau harus mengikuti perkembangan yang ada. Jadi, dalam hal ini, penginjilan melalui internet tidak perlu diperdebatkan. Yang penting semua bergandengan tangan, bekerja bersama-sama untuk Tuhan melalui bidangnya masing-masing, termasuk penggunaan internet dalam misi.
Dalam hal ini, saya tidak bermaksud melarang penginjilan secara langsung tetapi biarlah semua bisa jalan bersama-sama untuk memberitakan kabar baik.
Salah satu kerinduan saya adalah, gereja maupun lembaga-lembaga yang sudah melakukan penginjilan secara langsung, bisa menambahkan internet sebagai media penginjilan yang menjangkau mereka.
Penulis: Pdm. Dani Maret Yuswanto
