Generasi anak-anak masa sekarang ini adalah cikal bakal penerus gereja, merekalah yang nantinya akan berjuang untuk membawa kekristenan dimasa yang akan datang.

Atas kesadaran ini kita sebagai gereja-Nya harus melakukan bagian agar penginjilan bagi anak-anak harus juga menjadi fokus. Jangan sampai gereja kehilangan generasi, sebagaimana gereja di Korintus, Antiokhia dan lainnya yang disebutkan dalam Perjanjian Baru, namun jemaatnya tidak ada lagi .

Regenerasi sangatlah penting. Norma-norma Kekristenan harus diajarkan pada anak sedini mungkin sebab pertumbuhan iman yang berdasarkan Firman Tuhan akan menghasilkan pelaku-pelaku Firman dimasa yang akan datang.

Gereja harus waspada terhadap segala bentuk muslihat iblis yang mencoba mencuri hati anak-anak generasi saat ini, dengan hal-hal yang kelihatan jauh lebih menarik dibandingkan pengenalan akan Tuhan.

Saat ini berkembang pesat games-games online yang membuat anak-anak betah berlama-lama bermain di warnet, dan dampak yang ditimbulkan dari kekerasan sampai pembunuhan. Selain itu kebiasaan orang tua membebaskan anak bermain gadget, sehingga bebas membuka apa saja di perangkat yang dibelikan orang tua tanpa pengawasan. media televisi juga sering menyuguhkan sinetron dan film yang tidak mendidik bahkan memberikan contoh buruk bagi anak-anak.

Ingatlah nas mengatakan bahwa “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan” (Yoh 10:10a). Peperangan kita sekarang adalah merebut anak-anak dari cengkraman iblis, yang membuat mereka dicuri,dibunuh dan dibinasakan agar mereka memperoleh hidup di dalam Kristus dan memilikinya dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10b).

Pada bulan Oktober yang lalu kami dari Yayasan Shalom Internasional mengadakan misi ke Nabire selama 10 hari, yang juga bertujuan untuk menjangkau anak-anak di sana. Nyata terlihat ketika mereka datang kepada Tuhan Yesus mereka menangis tersedu-sedu, ketika kami Tanya apa yang membuat engkau begitu terbeban, saudara jawabannya adalah mereka merasa takut akan masa depan.

Ada berapa banyak anak-anak hari ini yang seperti mereka, yang dibayang-bayangi akan ketakutan kehidupan masa depan.

Penginjilan bagi anak harus dimulai dari sekarang, bukan besok atau nanti. Ini harus menjadi fokus bersama.

Bagaimana gereja harus bangkit bagi generasi ini. Melakukan pergerakan-pergerakan untuk membina guru-guru sekolah Minggu agar serius dalam melayani, bukan sekedar melayani tanpa menyentuh hati mereka.

Memperkenalkan bahwa hubungan kita dengan Tuhan bersifat pribadi. Memang Dia adalah Allah yang Transenden, tetapi jangan lupa bahwa Dia juga adalah Allah yang Imanen artinya Dia adalah Allah yang melampaui dunia ini karena Dia tak terbatas tetapi juga kehadirannya nyata di segala tempat, termasuk hati kita.

Tidak ada tempat yang tidak bisa Tuhan jangkau, ketika kita meminta hikmat Tuhan untuk melayani generasi ini, Dia pasti bekerja dengan kuasanya.

Zaman sudah berkembang, metode dalam mengajar anak pun harus terus berkembang. Kemajuan teknologi bukanlah hambatan tetapi tuntutan untuk terus berinovasi, menjawab tantangan zaman dalam kebenaran Firman Tuhan.

Jika tidak siap-siaplah gereja kehilangan generasi masa depan. Sebagai gereja-Nya kita tidak boleh melupakan pesan penting yang diberikan Tuhan Yesus “Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang” (Matius 18:14).

Anak-anak sangat berharga dimata Tuhan Yesus, terbukti dari beberapa tulisan Matius :

  • Barangsiapa ingin masuk kedalam kerajaan Allah, harus bertobat dan menjadi seperti anak kecil ( matius 18:1-3)
  • Barangsiapa ingin jadi yang terbesar dalam Kerajaan Sorga, rendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil (Matius 18:4)
  • Barangsiapa ingin menyambut Tuhan Yesus, sambutlah anak kecil (Matius 18:5)
  • Barangsiapa menyesatkan anak kecil hendaklah ia ditenggelamkan ke laut (Matius 18:6)
  • Jangan menganggap rendah anak kecil, ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Allah Bapa (Matius 18:10)

Oleh karena itu penginjilan bagi anak sangat penting karena ketika seorang anak percaya kepada Tuhan Yesus, dia memiliki iman percaya yang tulus.

Ada sebuah istilah misi yang disebut 4/14 windows (dibaca four and fourteen windows) atau jendela 4 sampai 14. Istilah ini dipresentasikan oleh Dr.Bryant Myers, Direktur world Vision.

Maksudnya sebuah survey menunjukkan bahwa 85% orang Kristen di USA membuat keputusan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah usia antara 4 sampai 14 tahun.

Penelitian yang lain juga sama hasilnya. Pada pertemuan siding Misi sedunia di Pattaya Thailand, Paul Eschelman mengajukan pertanyaan pada 1700 pemimpin gereja dari seluruh dunia yang berkumpul. Hasilnya lebih dari 60% dari mereka berdiri ketika ditanya apakah mereka percaya Yesus pada rentang usia 4-14 tahun.

Anak-anak bukan saja mudah menerima Injil tetapi mereka juga memiliki kualitas sebagai agen misi yang sangat efektif.

Maka melalui hal ini, penulis rindu agar setiap kita merasa memiliki tanggung jawab untuk mengabarkan Injil kepada anak-anak. Setiap kita akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Bapa yang di sorga, sudahkan kita mengambil bagian? Mari mengambil keputusan penginjilan anak sekarang atau terlambat.

Penulis: Pdm. Pipik Pransiska, S.Th

Tinggalkan Balasan