Saudara-saudaraku sebangsa setanah air, Tuhan memberkati anda-anda semuanya!
Kali ini saya ingin bicara mengenai Misi yang bersifat apostolik.
Saya masih terbeban dengan Amanat Agung yang belum membara di tiap-tiap Gereja di Indonesia, terutama untuk memenangkan jiwa bagi Kristus. Nampaknya seluruh waktu saya selama kurang lebih 20 tahun terakhir ini belum memberi dampak besar bagi perkembangan jumlah orang-orang Kristen di seluruh 34 Propinsi di Tanah Air. Dibandingkan dengan Negeri Tiongkok, yang saat ini sudah lebih banyak dari Indonesia.
Ingat saudaraku, ada sebanyak kurang lebih 50.000 orang terima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat Pribadi disana. Saya cukup banyak teriak di mimbar bicara mengenai Amanat Agung, serta mengajak orang-orang melakukan implementasi pelaksanaannya bersama Shalom Internasional sampai belakangan ini.
Ada saja alasan yang saya terima. Antara lain :
1. Masih rendahnya skala prioritas kegiatan Gereja untuk pekerjaan Penginjilan
2. Masih kentalnya arti misi Church Planting dibanding dengan Christ Planting
3. Tidak ada kecemburuan atas perkembangan Kekristenan di Korea Selatan, Tiongkok, Vietnam dan India
4. Tidak terlalu banyak jumlah orang yang punya hati misi dibanding kenginan menjadi Pendeta
5. Dana untuk bermisi cukup besar saat-saat ini, karena kebutuhan ongkos transportasi sangat dominan
Saudara-saudaraku, saya melihat bahwa Gereja belum bergerak sama sekali, terutama yang ada di kota-kota. Kisah Para Rasul 2:42,44 : ( 42 ) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. ( 44) Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.
Yang saya sampaikan adalah pelayanan misi yang bersifat kerasulan, yaitu misi apostolik. Memang pengajaran mengenai misi dimulai dari Rasul Paulus. Dia menunjukkan contoh dengan Misi Rasul Paulus yang Pertama, Kedua dan Ketiga. Namun semua Ilham, diterimanya dari Tuhan Yesus Kristus yang sangat dicintainya. Dia ingin mengabarkan Injil Kerajaan Allah, dengan Yesus sebagai pemberi Inspirasi bagi setiap langkahnya.
Nah saudaraku, apa inspirasi itu ? Mari kita lihat dari Lukas 4 : 18,19 : “ Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang “.
Apa sih yang merupakan pekerjaan Apostolik dari semua hal-hal diatas, saya coba uraikan sebagai berikut :
1. Penginjilan : untuk menyampaikan Kabar Baik
2. Pengajaran Firman : Pembebasan orang tawanan
3. Profetik : Penglihatan bagi orang buta
4. Penggembalaan : Untuk membebaskan orang-orang tertindas
5. Pemberitaan Apostolik : Tahun Rahmat Tuhan yang akan datang.
Apa yang Shalom sudah lakukan selama ini? Yah itulah rangkumannya 5 point diatas!
Nah apa yang dilakukan Rasul Paulus kepada penentang-penentangnya?
Di Jerusalem dia hanya dengar suara Tuhan:
Kisah Para Rasul 23 : 11, “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma”.
Lain halnya dengan Peristiwa Paulus di Efesus : Kisah Para Rasul 19 : 9, “Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid – muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus”.
Hasilnya luar biasa, apa yang dilakukan Rasul Paulus bersama murid muridnya : semua orang penduduk Asia mendengar Firman Tuhan hanya dalam waktu 2 tahun lamanya.
Jadi bagaimana dengan kita di Indonesia ini ? Saya ingin mengatakan kita harus peka dengan suara Tuhan, mari kita beraktifitas lebih giat lagi, kita akan melakukannya menjelang kedatanganNya yang kedua kali. Indonesia perlu pekerja hasil didikan para Rasul di akhir zaman.
Penulis: Pdt. Ir. E R Situmorang M.Div
